LAYANAN INFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS SHORT MESSAGE SERVICE

June 11th, 2008

LAYANAN INFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) 

A. Latar Belakang Masalah 

Di era informasi ini, mau tidak mau, suatu organisasi pelayanan publik, termasuk perpustakaan harus selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin membutuhkan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Sejauh ini penerapan TIK pada perpustakaan kebanyakan diwujudkan untuk digitalisasi koleksi, automasi perpustakaan, layanan online, maupun layanan internet. Semua itu memang dapat mempermudah akses informasi bagi para pengguna, tetapi ada salah satu produk elektronik yang juga dapat memudahkan akses informasi tetapi belum banyak bahkan belum dimanfaatkan di perpustakaan, yaitu handphone. Saat ini hampir semua orang mempunyai handphone. Dengan handphone selain dapat digunakan untuk menelepon juga dapat untuk mengirim pesan melalui SMS (short message service). Selama ini kebanyakan perpustakaan masih menggunakan telepon tetap (fixed telephone) dalam berkomunikasi kepada pihak luar, sehingga masih memiliki kendala, yaitu kendala fleksibilitas karena pada kenyataannya tidak semua orang dapat menikmati jaringan telepon tetap pada waktu atau tempat tertentu. Dengan menggunakan handphone diharapkan akan menghilangkan kendala tersebut, karena selain fleksibel dapat dibawa kemana-mana juga murah dan mudah untuk digunakan. Dengan mengetahui keunggulan handphone tersebut, bagaimana apabila layanan SMS dimanfaatkan di perpustakaan? Read the rest of this entry »

PEMBANGUNAN MANUSIA DI ERA MILENIUM TIGA

May 2nd, 2008

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah

Pada saat ini siap tidak siap kita telah dihadapkan pada suatu era yang dinamakan era milenium tiga. Gelombang milenium tiga ini dimulai dengan adanya globalisasi yang merambah ke berbagai segi kehidupan baik ekonomi, budaya, sosial, politik dan sebagainya. Globalisasi ini dipercepat dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi seperti internet dan media masa elektronik. Globalisasi menyebabkan munculnya kekuatan neoliberalisme yang diikuti dengan kapitalisme global, misalnya dengan munculnya perusahaan multi nasional yang telah memanfaatkan fasilitas negara-negara maju sehingga mempunyai bargaining power  untuk memaksakan pada semua negara untuk tunduk pada aturan mainnya.

 Bagaimana negara kita menghadapi milenium tiga? Sudah siapkah kita menghadapinya? Negara kita menghadapi problematika besar, di satu sisi harus menghadapi era milenium tiga, dan di sisi lain juga menghadapi kondisi dan permasalahan nasional yang sangat berat. Ini merupakan tantangan dan harapan bagi

Indonesia untuk keluar dari krisis, dengan segala daya, upaya, pengerahan potensi dan keunggulan kompetitifnya. Apa kuncinya? Tidak lain adalah sumber daya manusia. Kita akan bangkit kembali apabila menjadikan sumber daya manusia sebagai modal pembangunan (human capital), bukan sebagai beban pembangunan. Untuk itu sumber daya manusia harus berkualitas agar mampu bersaing di era yang sangat kompetitif ini. Read the rest of this entry »

MENUJU MASYARAKAT INFORMASI

April 27th, 2008

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Sejak tahun 80-an, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, dunia menyediakan banyak kesempatan untuk maju, tetapi bagi negara-negara berkembang kesempatan itu belum bisa digunakan. Saat ini negara-negara maju telah melewati era industri dan era informasi, sedang negara-negara berkembang belum menjadi negara industri, namun harus dihadapkan pada era teknologi informasi dan komunikasi. Ini adalah suatu tantangan bagi negara berkembang, di satu sisi harus melaksanakan pembangunan tetapi di sisi lain harus mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dapat menghantarkan suatu negara menjadi negara yang mampu bersaing di era pasar bebas yang semakin kompetitif ini. Maka mau tidak mau, siap tidak siap Indonesia sebagai negara berkembang, sejak dini harus mempersiapkan diri menghadapi era teknologi informasi dan komunikasi apabila tidak mau tertinggal dan kalah bersaing dengan negara lain. Di sinilah diperlukan berbagai upaya dari semua fihak yang terkait untuk dapat mewujudkannya. Read the rest of this entry »

MOVING CLASS

April 8th, 2008

A. Pendahuluan

Di era global ini setiap sekolah hendaknya selalu melakukan berbagai inovasi pembelajaran untuk mendasari dan mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Pembelajaran yang dilakukan guru hendaknya dapat memberikan situasi dimana siswa dapat secara optimal mengembangkan kompetensi dirinya sesuai perkembangan umur dan intelektual masing-masing siswa. Situasi ini dapat terwujud jika guru diberikan keleluasaan mengelola kelas sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing, karakteristik siswa, dan keleluasaan melakukan penilaian sesuai perkembangan masing-masing siswa. Di dalam kelas guru harus melakukan berbagai inovasi dan kreatifitas pembelajaran, mengelola kelas, menata ruang, menata alat peraga, menata tempat duduk sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing dan sebagainya. Guru dapat melakukan kegiatan itu semua jika guru diberikan kewenangan mengelola kelas sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing. Jika guru telah mampu mengelola dan mengatur kelas sesuai mata pelajaran maka akan dapat memotivasi siswa dalam belajar, karena siswa tidak hanya belajar di kelas yang monoton, tetapi siswa akan selalu mengalami berbagai pengalaman belajar pada kelas-kelas yang selalu berubah sesuai karakteristik mata pelajaran.

Menurut Uzer Usman ((2002:10) tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan  siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Untuk dapat menciptakan kondisi seperti itu, guru perlu diberi kewenangan penuh untuk mengelola kelas sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing. Pengelolaan kelas ini harus bersifat dinamis, artinya si guru harus mampu menyerap perkembangan model-model pembelajaran yang mutakhir untuk diaplikasikan di ruang-ruang kelas yang telah menjadi tanggung jawab pengelolaannya tersebut guna memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa. Read the rest of this entry »

PENANAMAN BAWANG MERAH

April 6th, 2008

Setiap tanaman memerlukan penanganan yang berbeda dari tanaman lainnya. Tanaman brambang sangat cocok ditanam di daerah dekat pantai karena untuk proses penyerbukan bunganya memerlukan angin yang cukup. Selain itu agar mendapatkan hasil yang maksimal maka beberapa hal perlu diperhatikan, antara lain tentang pengolahan lahan, bibit, pemupukan dan perawatannya. Adapun caranya adalah:1. Tanah dibuat bedengan/lubang dengan ukuran, lebar 90 cm dengan panjang menyesuaikan ukuran luas tanah.2. Tanah dikeringkan selama kurang lebih 7 hari. Setelah 7 hari kemudian dilakukan pemupukan pertama/pemupukan daar. Kandungan pupuknya: phosphat, Kalium Chlorida dan Notrogen. Untuk permeter persegi antara 0,6 – 0,7 kg, lebih baik lagi kalau diberi pupuk kandang.3. Bibit bawang merah siap ditanam dengan jarak tanam antara 15 – 20 cm, disesuaikan dengan besar kecilnya bibit bawang merah.4. Selang tiga hari, bawang merah disemprot dengan obat anti gulma untuk mencegah tumbuhnya gulma-gulma pengganggu bawang merah.5. Dilakukan penyiraman dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.6. Dilakukan pemupukan yang kedua yaitu setelah bawang merah berumur 10 hari, sambil dilakukan perbaikan bedengan/lubang (nglepo sampingnya). Pemupukan yang kedua ini si petani melihat kondisi tanaman bawang merahnya. Ada petani yang tidak melakukan pemupukan yang kedua kalau keadaan bawang merah bagus. Maksud pemupukan yang kedua adalah untuk memperbesar umbi bawang merah sehingga berat bawang merah juga akan bertambah.7. Selama menunggu waktu panen, petani bawang merah harus cermat dalam merawat tanaman bawang merah yaitu dalam penanggulangan dari hama-hama penyerang, misalnya jamur, di basmi dengan fungisida, serangga dibasmi dengan insektisida dan lain-lain.8. Setelah bawang merah berumur kurang lebih 35 hari sebaiknya dilakukan penyiraman satu kali dalam sehari, dengan waktu penyiraman sebaiknya pada siang hari sekitar pukul 10.00 – 11.00, sampai bawang merah siap dipanen.9. Setelah berumur 55 – 60 hari, bawang merah siap dipanen.

BERWISATA KE MALAKA

April 6th, 2008

Pada tangal 17 s.d. 24 Maret 2008, kami mahasiswa Progran Pasca Sarjana Manajemen dan Informasi Perpustakaan (MIP) Universitas Gadjah Mada melaksanakan studi banding perpustakaan di Malaysia dan Singapura. Di Singapura, perpustakaan yang kami kunjungi adalah National University of Singapure (NUS), National Library dan Esplanade. Sedangkan di Malaysia adalah Perpustakaan Petronas. Selain mengunjungi berbagai perpustakaan, kami juga mengunjungi tempat-tempat budaya kedua bangsa tersebut dan juga tempat-tempat penting lainnya. Read the rest of this entry »

KERAJINAN PARUT

April 4th, 2008

Masyarakat dusun Sewon Timbulharjo Sewon Bantul Yogyakarta sejak dahulu secara turun temurun merupakan pengrajin parut. Parut merupakan alt rumah tangga yang berfungsi untuk memarut kelapa. Dari parutan kelapa akan menghasilkan santan yang digunakan untuk memasak berbagai macam sayur bersantan.Parut terbuat dari bahan kayu pohon melinjo (jawa: kayu so) dan kawat dari bekas rem sepeda.  Kayu melinjo dipilih sebagai bahannya karena kayu tersebut lebih awet dan kawat dapat kuat menancap di kayu. Dalam membuat parut pada dasarnya dapat dibagi menjadi 5 pekerjaan utama, yaitu mencari kayu, mencari kawat, menghaluskan kayu (lamparan), membuat parut dan menjual parut. Masing-masing pekerjaan dikerjakan oleh orang yang berbeda-beda. Khusus yang membuat parut biasanya dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga. Dengan adanya spesialisasi pekerjaan tersebut, di dusun kami hampir tidak ada yang menganggur. Walaupun hasilnya relatif kecil namun dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.  Read the rest of this entry »